Artikel
Sejarah Desa Masangan
SEJARAH
DESA MASANGAN
Masangan merupakan salah satu desa di kecamatan mbungah dengan penduduk yang berjumlah ±3200 jiwa. Desa masangan sudah ada sejak sebelum belanda masuk ke indonesia. Sejarah desa masangan sendiri terbagi menjadi 2 versi.
VERSI CERITA RAKYAT
Melalui budaya tutur dari masyarakat atau cerita rakyat, awal mula terbentuknya Desa Masangan dimulai ketika pertengahan abad 16 M. Ketika itu wilayah yang didiami oleh masyarakat desa Masangan saat ini sekitar tahun 1517 M merupakan pusat industri. Pusat industri dari berbagai macam prodduksi yang beralokasi di tegal PANDEAN. Sementara lokasi perdagangan ada di PASARDINAN. Tapi belum tahu nama yang ditempati. Dalam keadaan yang sangat ramai perdagangan industri tersebut, semakin hari semakin berkurang jumlah para pedagang dan industrial lenyap tanpa jejak dan berita. Yang menjadikan risau sang penguasa yang pada saat itu pusat perdagangan dipimpin oleh wanita muda yang menjadi AKUWU (Kepala Desa).
Situasi dan kondisi yang desas desus tentang berkurang dan hilangnya masyarakat, menjadikan Akuwu bertanya dan berfikir “Ada apa di balik gerangan itu” maka diadakannya musyawarah untuk membahas situasi yang berkembang. Maka dibentuk berbagai seksi untuk menyelidiki dan menanggulangi masalah yang sedang berkembang. Dari berbagai pantauan para telik sendi (mata-mata) dicapai keterangan bahwa penyebab ulah yaitu seorang raksasa dari jenis jin yang bernama BUTO IJO, yang setiap harinya memangsa beberapa orang penduduk dimalam hari. akhirnya sang akuwu mengambil kesimpulan bahwa untuk mendapat jawaban dari semua ini harus melakukan topobroto atau bersemedi selama 33 hari 33 malam.
Dan waktu bersemedi menghasilkan sebuah wisik (bisikan gaib) bahwa Buto Ijo harus dimusnahkan dengan cara dijebak didalam sebuah pasangan yang terdiri dari sebuah GROGOL dan JALA RANTAI serta sebuah pedang raksasa yang bernama JOKO MANTRU. Dan semua itu hanya bisa didapat dengan topo broto yang dilakukan didalam sebuah pesanggrahan, dan tidak boleh diganggu selama 77 hari, akhirnya pusaka-pusaka tersebut bisa didapatkan pada malam Jum’at kliwon pada malam bulan Syuro tahun Saka.
Dan semua itu harus menggunakan umpan berupa sepasang anak remaja bule lelaki dan wanita dan harus diberi wewangian dan penyedap untuk menarik sang Buto. Tak ayal ketika terbangun Buto Ijo yang lapar berusaha untuk mencari mangsa kembali. Tujuh langkah berangkat sang Buto mencium bau enak dari yang begitu menggugah selera.

Dalam hal ini sang Buto ada keinginan untuk makan. Langkah demi langkah telah dilakukan yang akhirnya membawa ke suatu tempat yang ada di dalamnya sepasang bule lelaki dan perempuan yang begitu menarik perhatiannya. Sang Akuwu yang lihai mengintai, memerintah hulu balangnya untuk menyiapkan pasangan yang dihasilkan dari tapa brata. diperintahkanlah oleh Akuwu jala rantai harus dikembangkan kearah grogol, tempat sang umpan disiapkan.
Akhirnya Buto Ijo masuk dalam perangkat jala rantainya, dengan menghentak Buto Ijo sangat marah sampai raungannya bisa didengar sampai kejauhan. Buto Ijo yang memiliki kesaktian mandraguna menggunakan ajian Kekrek Wojo untuk merobek jala rantai bagian atas. Hal itu membuat sang AKuwu panik. Dalam kepanikannya, ia memohon agar masalah ini bisa dipecahkan dari Gusti Kang Ngreksa Jagad.
Dengan perintahnya sang Akuwu, para prajurit tangan kanannya untuk memenggal kepala sang Buto Ijo yang telah merobek jala rantai tersebut sehingga mencuat dari jala rantainya. Secepat kilat pedang Joko Mantru disabetkan ke arah leher sang Buto dan terlempar jauh ke bengawan Solo, badannya melayang ke sebelah barat tepatnya di desa Mojopuro Wetaan dan pedangnya tertancap di sebuah bukit kemudian menjadi batu yang saat ini dinamakan Pereng Medang, semua hulu bertepuk sorak atas keberhasilan yang mereka capai dan mereka mengadakan pesta 7 hari atas keberhasilannya, diaadakan penobatan dan pergantian nama sang Akkuwu menjadi Nyai Buyut Arum Masangan dan sekaligus tanah kekuasaannya dinamakan tanah Masangan. Dalam menandai wilayahnya sang Akuwu membuat pembakaran, sedang abu yang bertebangan dari pembakaran tersebut dijadikan sebagai tanda dari wilayah Buyut Arum Masangan. Maka sejak saat itu desa itu dinamakan desa Masangan.
Begitulah asal-usul desa Masangan versi cerita rakyat.
VERSI KAJIAN TIM LESBUMI NU
Pada tanggal 30 Maret 2021, Panitia Haul Buyut Sentono mencoba menggali lebih dalam perihal asal-muasal terbentuknya desa Masangan. Dengan menghadirkan tim dari Lesbumi NU dan sebagai Keynote Speaker adalah Prof. Dr. K.Ng. H. Agus Sunyoto, M.Pd. (Ketum Lesbumi PBNU).
Agus Sunyoto mengawali ceritanya dengan menjelaskan terkait Giri Kedaton,Giri kedaton merupakan keraton yang diangkut dari blambangan ke kota gresik.hal ini dibuktikan dengan adanya bekas keraton di wilayah banyuwangi yang dulunya merupakan pusat keraton blambangan.dan sekarang menjadi kecamatan giri kota banyuwangi.beliau berkata bahwa sunan giri yang menjadi rajanya merupakan keturunan keraton blambangan, cucu buyutnya Bhre Wirabhuni raja blambangan.Bhre Wirabhumi putra dari raja majapahit prabu hayam wuruk.beliau menjalaskan bahwa silsilahnya itu jelas.kh agus sunyoto tidak membenarkan bahwa giri merupakan sebuah pesantren, “dianggep sunan giri iki kyai seng nggada pesantren namine pesantren giri, niki ngaco cerito niki”kata beliau. Sunan giri tidak memiliki pesantren,tetapi keraton.sunan giri sebagai rajanya yang merupakan trah dari blambangan.
Dulu daerah gresik merupakan wilayah yang angker, karena terdapat tempat-tempat yang namanya setro. Setro adalah pusat kegiatan orang-orang penganut agama tantrayana aliran bhairawa tantra. Agama yang ibadahnya menggunakan wadal(sesembahan/korban) Manusia. Mereka menculik anak-anak dari warga muslim sekitar. Orang-orang penganut aliran bhairawa tantra terkenal dengan kedigdayaannya,sakti,tidak bisa dibunuh.”ibarate ditombak lakak-lakak.dibacok mlorok, mboten saget peja(mati).
Salah satu pusat setro di gresik ada di gunung jamur dipo atau kalau sekarang disebut bukit jamur.Upaya yang dilakukan oleh Sunan Giri untuk memeranginya dengan cara mengangkat seorang pejabat menjadi juru masang. Apa itu juru masang? Juru masang adalah pejabat yang mengawasi dan mengembangkan ilmu yang namanya pasang giri.pasang giri mengajarkan berbagai macam keterampilan. Bela diri, nembang, menabuh gamelan. Itulah yang menjadikan awal mula tempat ini dinamakan masangan.
jadi asal-usul desa masangan itu dari jabatan juru masang. Juru masang adalah jabatan pejabat keraton yang mengurusi masalah pengembangan keterampilan dalam ilmu kanuragan,silat,nembang,nabuh gamelan. Semua ketrampilan ini disebut pasang giri.dan yang mengembangkan pasang giri namanya juru pasang. Dalam adat jawa kuno penamaan tempat diambil dari nama penduduk desa tersebut dengan menambahkan imbuhan “an” dibelakangnya. Sepertihalnya pandean yang merupakan tempat dari para orang” pande(pandai). Massangan diperkirakan sudah ada sejak 500 tahun yang lalu sebelum belanda datang ke wilayah gresik
Setelah itu wilayah masangan mulai berkembang luas dan memiliki banyak penduduk. barulah wilayah ini dianggap penguasa daerah dan Karena masangan ini mencakup beberapa desa maka diangkatlah Buyut kuwu. Buyut(sekarang namanya camat) merupakan seorang pemimpin dari wilayah kuwu/kecamatan.
Dimasangan ini dipimpin oleh buyut. Dengan nama joyo mantru atau biasa dikenal dimasyarakat sini dengan nama buyut sentono. Arti kata sentono sendiri dalam bahasa jawa kuno yaitu keluarga, keluarga dari giri yang menjadi pejabat wilayah masangan. Dari daftar kawedanan/kecamatan zaman belanda dapat ditemukan nama Joyo Mantru dalam silsilah keluarga giri dan termasuk menjadi buyut kuwu(camat dari kecamatan).
Dulunya Masangan merupakan pusat dari pasang giri. Dan menjadi wilayah andalan gresik. Pada tahun1670-1680 M terjadi pemberontakan trunojoyo di jawa. Sultan amengkurat II meminta agar bupati bawahan mataram ikut menumpas kekuatan trunojoyo. Diwaktu itu gresik dipimpin oleh raden tumenggung torodipo sebagai umbul,umbul merupakan panglima perang. Diminta untuk membantu mataram melawan kekuatan trunojoyo.
Prajurit masangan juga turut serta menumpas pemberontaakan dibawah komando Raden tumenggung torodipo. Mereka ditempatkan di wilayah sidokare atau sekarang namanya sidoarjo. Yang dibuktikan dengan adanya desa dengan nama masangan di sidoarjo.
Inilah sejarah dari desa masangan versi dari kh agus sunyoto. Masangan merupakan wilayah penting dalam pengembangan ajaran islam di Gresik dan menjadi pusat dari pasang giri, tempat yang mengajarkan berbagai macam keterampilan.
Untuk cerita lebih jelasnya bisa disimak melalui:
https://youtube.com/watch?v=zwzADO4jj7M&si=EnSIkaIECMiOmarE
Ngaji Sejarah Desa Masangan Bersama Prof. Dr. K.Ng. H. Agus Sunyoto, M.Pd. (Ketum Lesbumi PBNU)
https://youtube.com/watch?v=WprteUZSvxg&si=EnSIkaIECMiOmarE
PARA PEJABAT KEPALA DESA DARI MASA KE MASA
Menurut catatan arsip dari Pemerintah Desa Masangan, para pejabat Kepala Desa Masangan sebagai berikut:
- Kyai Mas Diwongso. Tahun menjabat tidak diketahui.
- Dharmo. Tahun menjabat tidak diketahui
- H. Syukur. Tahun mulai menjabat tidak diketahui, namun akhir tahun menjabat diperkirakan pada tahun 1900.
- Moekadip Wongso Widjoyo. Tahun menjabat dimulai pada tahun 1900 sampai dengan 1941.
- Bedjo. Tahun menjabat dimulai pada tahun 1941 hingga tahun 1965.
- Abdul Manan. Beliau mulai menjabat pada Tahun 1965 sampai dengan tahun 1989. Pada masa pemerintahan Abdul Manan inilah desa Masangan, kompleks pemukiman warga berpindah dari dekat dengan Bengawan Solo atau disebut wilayah selatan, berpindah ke wilayah utara. dikarenakan pada wilayah selatan, bantaran sungai sering terjadi banjir. dan untuk mengatasinya, masyarakat secara berangsur-angsur berpindah ke dataran yang lebih tinggi.
- H. Muh. Munawir AM. Tahun menjabat mulai 1989 sampai dengan tahun 1999.
- M. Ainur Rofiq. Mulai menjabat pada tahun 1999 sampai dengan tahun 2013.
- Muhammad Nur Hadi. Mulai menjabat pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2019.
- Suyanto. Mualai menjabat pada tahun 2019 sampai sekarang (Periode 2019-2025)
Sedangkan yang menjabat sebagai Carik atau Sekretaris Desa adalah:
- Karngon. Akhir menjabat pada tahun 1910
- Matahir. Mulai menjabat pada tahun 1910 dan berakhir pada tahun 1941
- Bukhori. Mulai menjabat pada tahun 1941 dan berkahir pada tahun 1965.
- M. Yahya. Mulai menjabat pada tahun 1965 sampai dengan tahun 1975.
- Supadi. Mulai menjabat pada tahun 1975 sampai dengan 1989.
- Muh. Ma'shum. Mulai menjabat pada tahun 1989 sampai dengan tahun 2018.
- Ahmad Shobirin. Mulai menjabat pada tahun 2018 sampai dengan sekarang.
(Obiyoso/Admin)
STUDI BANDING KARTAR GUYUB RUKUN MASANGAN KE DESA DOUDO: KEMBANGKAN EDUWISATA & AGROWISATA DESA
MUSRENBANGDES 2026 DESA MASANGAN: MATANGKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN 2026
ASSESMENT Tingkat Keterampilan Dasar Kader Posyandu Desa Masangan
MUHAMMAD ROZIQI YOGATAMA WAKILI DESA MASANGAN DALAM AJANG PEMUDA PELOPOR KABUPATEN GRESIK 2025
Presiden Prabowo Canangkan Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Pedesaan
Fogging Antisipasi Cikungunya di Desa Masangan, Diawali dengan Gerakan Jumat Bersih
PEMBUKAAN SEKOLAH ORANG TUA HEBAT (SOTH) DESA MASANGAN
Senam Sehat Bersama Ibu-Ibu PKK Dan Mahasiswa KKN Universitas Qomaruddin Desa Masangan
Kegiatan Rutin Keagamaan Ibu Muslimat Nu Desa Masangan
Tim Penjaringan Perangkat Desa P3D: 6 Calon Penuhi Kualifikasi
DIBUKA PENDAFATRAN PERANGKAT DESA MASANGAN
RANGKAIAN ACARA HAUL MBAH BUYUT SENTONO DAN SESEPUH DESA MASANGAN KE-24
Menyala Membara!!! Parade Karnaval Desa Masangan Sambut HUT RI ke-79
Turnamen Badminton antar Dusun Se Desa Masangan
Pembentukan dan Pelantikan TIM P3D Desa Masangan Kecamatan Bungah
RAPAT TAHUNAN DUSUN

